Ustadz Abu Wildan Ingin Mengubah Wajah Tangkit Menjadi Kampung Penghafal Al-Qur’an

0
1883

MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Impian dan cita-cita teramat mulia seorang Muslim, yang ingin diwujudkannya dan dilakukan dengan istiqomah oleh Ustadz Abu Wildan terhadap daerah Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Dimana saat ini, Ustadz Abu Wildan beserta keluarga telah menetap tinggal di Tangkit, justru dalam kegundahannya memunculkan rasa keinginan yang kuat atas Ridho Allah Subhanahu Wata’ala (kelak) ingin menjadikan wilayah Tangkit dan sekitarnya, (mencakup Desa Tangkit dan Desa Tangkit Baru) menjadi sebuah kampung penghafal Al-Qur’an (Tahfidz Qur’an). Dimana kedepannya warga Tangkit yang dicita-citakannya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an (Tahfidzul Qur’an).

“Insya Allah. Saya akan (berupaya) mewujudkan impian dan cita-cita saya, untuk menjadikan daerah Tangkit ini, menjadi Kampung Tahfidz Al-Qur’an atas Ridho Allah Subhanahu Wata’ala serta dukungan Ummat, dan tentunya ada beberapa langkah, yang akan dilakukan untuk (mewujudkannya) ini,” ungkap Ustadz Wildan, akrab dipanggil kepada Wartanews.

Ustadz Wildan menyebut dia sangat berkeinginan mewujudkan, dan berupaya untuk mengembangkan wilayah Tangkit ini menjadi Kampung Tahfidz Qur’an Plus mahir berbahasa Arab.

Tempat dimana saat ini, dia berpijak bersama keluarganya hingga tinggal menetap di Lorong Ampera Perum BCL 5, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam sehingga menggugah hatinya untuk berbuat lebih baik bagi Ummat dan juga kemajuan daerah Tangkit kedepannya.

Langkah harus dia lakukan, menurutnya ada dua, langkah pertama yakni memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan kepada para Orang tua murid. Bahkan masyarakat tentang pentingnya menghafal dan manfaat menghafal Al-Qur’an. Lalu yang kedua, berikutnya adalah memberikan training menghafal secara gratis dan tanpa biaya kepada Santri putra/putri.

“Dapat dilaksanakan, melalui Pengajian Yasinan, yang sudah ada di masyarakat Tangkit selama ini. Kita akan memperkenalkan, dan mensosialisasikan tentang pentingnya menghafal dan manfaat menghafal Al-Qur’an,” paparnya.

Kembali ditegaskan Ustadz Wildan, bahwasanya tidak hanya mewujudkan impian Tangkit menjadi Kampung Tahfidz Qur’an (KTQ). Tangkit juga menjadi Kampung KTQ Plus Bahasa, beber Ustadz yang telah lama menetap di daerah Pare, Kediri, Jawa Timur.

Sebelum akhirnya memilih menetap tinggal di Tangkit sampai sekarang. Kegundahannya terhadap minimnya pengetahuan warga untuk mengenal Bahasa Arab, juga disinggungnya sehingga dia pun bertekad untuk mengubah mindset (pandangan) masyarakat akan pentingnya menguasai Bahasa Arab saat ini. Disamping juga menguasai bahasa asing lainnya, seperti Bahasa Inggris dan lainnya.

Indonesia adalah Negara, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Maka amat disayangkan di negara Muslim terbesar di dunia, khususnya Indonesia yang mayoritas Ummatnya beragama Islam, yang Kitab Sucinya adalah Al-Qur’an, notabene bahasa yang digunakan adalah Bahasa Arab. Yang mana, justru Bahasa Arab ini, kurang mendapat perhatian.

”Padahal bahasa Arab ini, bahasa Al-Qur’an, dan bahasa yang selalu diucapkan dalam setiap saat kita melaksanakan Shalat,” ujarnya.

Memantapkan keyakinannya tersebut, harapan Ustadz Wildan bagaimana kedepannya, KTQ Plus Bahasa Arab kelak menjadi sebuah Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), yang akan segera dia wujudkan di Tangkit tersebut.

Justru berawal dari niat mulianya ini, melalui lembaganya mampu memberikan yang terbaik bagi pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang ingin belajar membaca Al-Qur’an, juga ingin menghafal Al-Qur’an plus mampu menguasai Bahasa Arab.

Bahkan lebih daripada itu, sebutnya, untuk belajar membaca dan mampu menghafal Al-Qur’an Plus Bahasa Arab ini, dapat menggunakan metode yang mudah dan menyenangkan.

“Fakta ini berbeda, dengan belajar Bahasa Inggris. Dimana kita bisa dengan mudah menemukan kursus-kursus Bahasa Inggris yang banyak menjamur, dimana-mana. Bahkan sudah ada Kampung Bahasa Inggris, yang juga telah berdiri sejak lama di seluruh tanah air, termasuk juga di daerah Jambi. Oleh sebab itu, kita akan mengenalkan Kampung KTQ (Kampung Tahfidz Qur’an) Plus Bahasa kepada masyarakat di daerah Tangkit khususnya, dan melalui lembaganya, kami terus berupaya mengubah wajah Tangkit menjadi sebuah Kampung bagi penghafal Al-Qur’an, atau Kampung Tahfidz Qur’an, dan juga menjadi Kampung Bahasa Arab. Memang tentu tidak mudah. Insya Allah, atas Ridhonya kita akan melaksanakan ini,” tuturnya.

Ditambahkan Kampung Tahfidz Al-Qur’an Plus Tahfidz Tangkit ini, ungkap Ustadz Abu Wildan berniat, kedepannya bisa saja menjadi sebuah Yayasan yang berkomitmen agar Al-Qur’an yang berbahasa Arab, bisa mendapatkan tempat dan perhatian seluruh kaum Muslimin, yakni dengan membangun beberapa tempat kursus mengaji dan menghafal Al-Qur’an plus Bahasa Arab di banyak kota/kabupaten di Provinsi Jambi bahkan merambah ke semua wilayah di Indonesia, dengan Brand nama Kampung Tahfidz Qur’an Plus Bahasa (KTQB) Tangkit. “Insya Allah, mohon do’akan, ya. Mas,” imbuhnya.

Tidak cukup sampai disitu saja impiannya, lanjutnya, lembaga yang bermarkas di Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam ini, justru memutuskan untuk membentuk Yayasan Kampung Tahfidz Al-Qur’an Plus Bahasa Arab dan lain-lainnya, yang fokus pada pendirian Kampung Tahfidz Al-Qur’an (KTQ) Tangkit plus bahasa, mencakup Bahasa Arab, juga mahir Bahasa Inggris.

Kampung Tahfidz Al-Qur’an plus Bahasa Arab dan Inggris ini, adalah Kampung yang dirancang untuk menjadi tempat belajar Al-Qur’an, plus Bahasa Arab dan Inggris yang terbuka untuk seluruh usia.

Kampung ini, juga dibangun sebagai tindak lanjut dari keberadaan Griya Al-Qur’an, sebagai pusat belajar Bahasa Arab dan Inggris terbesar, dan tersebar di belasan kota di Indonesia, yang bisa diikuti 2 kali selama sepekan.

“Pada hari dan jam, yang sesuai kesibukan peserta. Karena waktunya yang terbatas, dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Banyak dari masyarakat, dan Alumni yang menginginkan adanya sebuah lembaga, yang bisa menerima orang-orang yang ingin belajar Al-Qur’an plus Bahasa Arab dan Inggris ini, secara intensif dan fokus dalam rentang waktu yang singkat, disesuaikan dengan kesibukan masing-masing peserta. 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Peserta bisa memilih beberapa program, yakni pertama adalah Bahasa Arab intensif, kedua yaitu Tahfidz Al-Qur’an intensif. Ketiga yakni Tahfidz plus bahasa, dan keempat yaitu Bahasa Inggris intensif,” demikian paparnya.

Rencana mulia dari keberadaan lembaga ini kedepannya, kata Ustadz Wildan, pihaknya menyiapkan asrama putra/putri dan tempat belajar yang menyenangkan untuk para peserta ‘Nyantri’ terbuka untuk umum.

“Setelah resmi Nyantri, intensif dalam jangka waktu tertentu. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Maka peserta diharapkan bisa pulang dengan membawa kemahiran berbahasa Arab, atau hafalan Al-Qur’an, yang sudah ditargetkan (waktunya). Insya Allah,” pungkasnya. (Afrizal)

Berikan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here