Sekolah Tatap Muka Dapat Dilaksanakan Sekolah, Tapi Harus Tetap Mengacu Panduan SKB 4 Menteri

0
2169

KOTA JAMBI (WARTANEWS.CO) – Menyinggung tentang kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di ruang kelas ditengah masih mewabahnya penularan Pandemi Covid-19 pada saat akan dimulainya Semester Genap Tahun Pelajaran 2020-2021 mendatang, yang rencananya akan dimulai awal Januari 2021 nanti, seperti imbauan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kota Jambi-Provinsi Jambi, atau biasa lazim disingkat dengan SMANDEL ini, yang diungkapkan Kepala SMA Negeri 8 Kota Jambi, Drs H Sugiyono, M.Pd ketika dikonfirmasi Wartanews diruang kerjanya belum lama ini, H Sugiyono menyatakan pihaknya siap menyelenggarakan KBM tatap muka di ruang kelas bagi seluruh peserta didiknya sesuai aturan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, dengan mematuhi 3M, yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan selalu Mencuci Tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik, atau Hand Sanitizer membunuh kuman dengan menggunakan air yang mengalir disediakan sekolah.

Namun kendati demikian, sebutnya, pihak sekolah masih tetap menunggu petunjuk lebih lanjut dari pihak Pemerintah maupun Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melaksanakan KBM tatap muka tersebut, sepanjang memenuhi ketentuan dan peraturan Prokes Covid-19 di dalam lingkungan sekolah terutama pada jenjang pendidikan di tingkat SMA sesuai yang diatur di dalam panduan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, masing-masing yakni Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 03/KB/2020, Nomor 612 Tahun 2020, Nomor: HK.01.08/Menkes/502/2020, Nomor: 119/4536/SJ Tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor: HK.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440-882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita selalu siap (untuk) melaksanakan sekolah tatap muka ini, kapan saja. Namun tetap mematuhi ketentuan Prokes Covid-19, dengan menerapkan Pola 3M yang ketat, yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan selalu Mencuci Tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik, atau Hand Sanitizer membunuh kuman dengan menggunakan air yang mengalir yang telah disediakan sekolah, dan juga untuk melaksanakan sekolah tatap muka ini. Pihak sekolah tidak membolehkan Kantin dibuka di dalam lingkungan sekolah,” ungkapnya menjawab media online ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan pelaksanaan sekolah tatap muka saat penyelenggaraan KBM pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020-2021 mendatang, tentunya harus sesuai ketentuan yang diatur dalam Panduan SKB 4 Menteri, masing-masing yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,

“Pembelajaran tatap muka kepada siswa ini, memang direncanakan akan dilakukan pada Semester Genap yang akan datang, yakni Minggu kedua bulan Januari 2021. Tetapi tetap tidak mengabaikan Prokes Covid-19, yang secara teknis diatur di dalam Panduan SKB 4 Menteri tersebut. Oleh karena itu, sekolah telah mempersiapkan segala sesuatunya dan semuanya untuk melaksanakan sekolah tatap muka ini. Bisa saja kita melaksanakan, dengan pembagian secara bergiliran, atau menggunakan sistem shift kepada siswa,” paparnya.

“Mungkin 1 shift sehari, atau mungkin juga dengan dua shift sehari. Ya, kita, wait and see-lah, (sambil) tetap menunggu perkembangan informasi lebih lanjut, Selain itu, penerapan sekolah tatap muka ini pun, juga merupakan kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) masing-masing. Sehingga manajemen penerapan sekolah tatap muka ini, mempunyai dimensi yang berbeda-beda, dan tentu tidak sama oleh sekolah lainnya. Mungkin juga ada kecenderungan antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lainnya berbeda-beda, tergantung dengan School Based Management-nya masing-masing,” lanjutnya. (Afrizal)

Berikan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here