Satu Tahanan Narkoba Polda Jambi Meninggal Dunia Akibat Susah BAB dan Sesak Napas

0
1763

JAMBI (WARTANEWS.CO) – Salah satu tahanan narkoba Direktorat Reserse Narkoba ( Ditres Narkoba) Polda Jambi meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jambi, pada hari Sabtu (18/07/2020) lalu sekitar pukul 03.55 WIB  diakibatkan dari penyakit jantung dan susah buang air besar (BAB).

Tahanan tersebut yaitu, IP (29), yang ditahan Ditres Narkoba polda Jambi, pada Rabu (08/07/2020) dengan kasus sebagai kurir dan pengguna aktif narkoba jenis sabu.

Sebelum dibawa ke RS Bhayangkara, IP mengeluhkan ia sesak napas dan sulit untuk BAB. Selain itu, IP juga sebagai pecandu berat pengguna aktif narkoba. Ia menggunakan narkoba, lantaran broken home.

“Dia sudah pisah dengan istrinya. Kedua orang tuanya juga cerai. Kemungkinan dia mengkonsumsi narkoba karena broken home,” ujar Subdit 1 Ditres Narkoba Polda Jambi, AKBP Usis Andikari.

Sementara, Ditres Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol, Dewa Putu Gede menjelaskan, IP ditangkap di Simpang Puskes, Mayang, Kecamatan Kota Baru, pada Rabu (08/07/2020) lalu.

Pada saat ditahan, IP mengalami sesak napas dan susah BAB. “Pada Sabtu (18/07/2020) IP meninggal karena sakit sesak napas. Sebelum mengalami sesak napas, dua hari sebelumnya pada 16 Juli dia mengeluh susah BAB, setelah dilakukan pengobatan agar dia bisa BAB, kemudian setelahnya mengalami sesak napas,” ungkap Dewa di ruangannya.

Lanjut, kata Dewa, setelah dilakukan pengecekan, kemudian IP dibawa ke RS Polda Bhayangkara. Disana dilakukan pengobatan secara medis dengan maksimal. Bahkan IP sempat masuk ruangan ICU.

“Denyut jantung terlalu keras, kemudian IP meninggal dunia. Saya juga cukup prihatin, karena BAP sudah berjalan, tinggal pengiriman ke kejaksaan,” tambahnya.

Untuk prosedural hukum yang berjalan, Dewa menyebutkan, sampai saat ini pihaknya memerlukan tahapan untuk perkara terhadap IP.

“Kita harus gelar perkara. Walaupun secara hukum memang IP meninggal dunia, kasus bisa dihentikan demi hukum, tetapi ada proses. Ada namanya gelar perkara secara internal di Diktorat. Nanti dari kesimpulan gelar perkara harus dihentikan demi hukum, maka kita memerintahkan menghentikan penyidikan kasus tersebut,” tutupnya. (cbf)

Berikan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here