Rengginang khas Pati Kini Hadir di Kademangan, Jaluko

MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Rengginang Pati, makanan ringan khas Jawa Tengah ini sudah begitu melegenda dan merakyat di tanah air sebagai kudapan saat lapar pengganjal perut. Disamping terkenal dengan khas rasanya yang renyah, gurih dan empuk.

Umumnya Rengginang yang dibuat dari 100 persen bahan baku dari beras ketan ini, biasa disajikan untuk tetamu sebagai cemilan saat bersantai sambil menyeruput secangkir Kopi panas, atau dihidang bersama Teh manis hangat sehingga begitu pas dan nikmat.

https://ibb.co/FhgY26v

Apalagi cemilan ini, kerap kali menjadi kudapan favorit untuk disantap bersama bakso, mie ayam, tekwan dan jajanan makanan berkuah lainnya yang banyak disukai para Orangtua dan anak muda.

Rengginang khas Pati atau biasa disebut Krecek, kini sudah bisa dibeli di outlet Toko Rengginang ‘Dua Putra” milik Bu Sri Wati, yang akrab dipanggil Mbak Sri di Desa Kademangan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di pinggir Jalan Lintas Timur Jambi-Sengeti.

Mbak Sri, pemilik Toko Rengginang ‘Dua Putra’ khas Pati, mengaku sudah hampir enam bulan lebih membuka usaha rumahan di Desa Kademangan, Kecamatan Jaluko. Dia bersyukur sudah banyak pelanggan yang meminta pesanan Rengginang Pati dalam jumlah eceran, serta pesanan dalam jumlah banyak dengan ukuran kemasan besar dan kecil yang mencapai puluhan kilogram, baik yang sudah jadi maupun pesanan dalam bentuk Rengginang yang masih mentah.

“Biasanya, tergantung pelanggan juga, sih, biasanya kita jual bijian. Maunya apa, apa mau dibuat Rengginang yang sudah jadi, atau pesanan yang masih mentah. Kami menjual sesuai ukuran kemasan besar dan kecil, Rengginang Pati untuk yang kemasan besar, yakni kemasan isi 26 biji. Sedangkan ukuran kemasan yang kecil dengan kemasan isi sebanyak 13 biji,” ungkapnya.

Pelanggan yang memesan Rengginang mentah ini, kata Mbak Sri, biasanya tinggal digoreng saja di rumah dan cocok sekali apabila ada acara penjamuan kecil bersama keluarga tercinta dan kerabat, serta saat ada acara penjamuan besar seperti acara hajatan, pesta Syukuran, kegiatan Yasinan dan arisan ibu-ibu, dan lain-lain.

Untuk varian dan rasa Rengginang khas Pati yang dijualnya ada lima macam rasa, sebutnya, masing-masing Rengginang dengan varian rasa Bawang, rasa pedas manis, rasa Udang, rasa Terasi, dan rasa asin.

“Saat ini, cemilan Rengginang Pati yang sudah jadi biasanya dijual seharga sepuluh ribu rupiah dengan kemasan ukuran kecil, dengan isi 10 biji. Kalo memang ada pesanan banyak, kita pun siap sesuai selera pesanan pelanggan, maonya pesan rasa apa. Disamping itu, juga kesempatan menjadi Reseller atau agen pengecer dan distributor Rengginang Pati khas Dua Putra ini, terbuka lebar bagi yang berminat,” tuturnya.

Untuk memenuhi permintaan pelanggan, rencananya Mbak Sri akan mempromosikan Rengginang khas Pati dengan varian dan rasa sambal Balado sesuai selera masyarakat Melayu Jambi umumnya yang lebih menyukai rasa yang pedas-pedas.

“Awalnya, memang banyak pelanggan kita, mengusulkan untuk dibuat Rengginang rasa Balado, yang memang pas dengan selera orang Jambi dan di Sumatera umumnya, lebih suka dengan yang pedas-pedas khas Sambal Balado. Karena banyak yang meminta itulah, saya berencana untuk membuat kudapan Rengginang Pati rasa Balado ini,” ujarnya.

Diceritakan lebih jauh oleh Ari Padang Af’al -disapa Mas Padang (suami Sri Wati), yang turut menemani saat ditemui wartawan media online ini. Mas Padang mengatakan cemilan Rengginang khas Pati, sudah menjadi tradisi dan budaya rakyat sehari-hari di daerah Pati sebagai cemilan rakyat dan kudapan khas Provinsi Jawa Tengah di masa Kerajaan Mataram Islam Demak, yang tetap terus dipertahankan dan dilestarikan sampai sekarang oleh masyarakat.

“Rengginang oleh masyarakat di daerah Pati, biasa menyebutnya Krecek. Krecek ini, sudah terbiasa menjadi cemilan sehari-hari di rumah, dijual di warung-warung atau toko, dan mudah sekali dijumpai di masyarakat daerah Pati. Krecek ini, telah menjadi tradisi dalam pergaulan masyarakat Pati sehari-hari sejak zaman Kerajaan Mataran Islam Demak sampai dengan sekarang, dan juga makanan ringan Rengginang pun sudah menjadi tradisi bagi orang-orang Jawa umumnya sampai saat ini, sudah menjadi budaya dan biasa disajikan di acara-acara hajatan dan penjamuan besar di kalangan Pejabat dan tokoh pemerintah sampai ke masyarakat, seperti acara pesta pernikahan, acara Syukuran, dan acara-acara besar (keagamaan) lainnya,” jelasnya.

Memang diakui cemilan rakyat Rengginang khas Pati atau Krecek ini, sudah begitu melegenda dan terkenal di pelosok Nusantara, dengan ragam varian dan  rasanya yang khas renyah, gurihnya dan enaknya itu, yang bikin nagih. Pasangan suami-istri asal Pati, Jawa Tengah ini, kini mencoba peruntungan perkembangan dan kemajuan usaha rumahan Rengginang khas Pati di tanah rantau di Bumi Sailun Salimbai. (Afrizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *