Maulana Ajak Masyarakat Bebaskan Jambi dari TBC



Maulana : “Kesadaran kolektif, langkah efektif tuntaskan TBC di Provinsi Jambi,”

JAMBI (WARTANEWS.CO) – Wakil Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM hadiri kegiatan Pencanangan Warga Peduli TBC, yang dilaksanakan dalam rangka momemtum Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Tingkat Kota Jambi Tahun 2019, yang dipusatkan di RT 16 Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura (4/4).

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Jambi, Direktur RS H. Abdul Manap, Direktur RS Abdurrahman Sayoeti, Camat se Kota Jambi, Kepala Puskesmas dan Lurah se-Kota Jambi, serta para Ketua RT dan Kader PKK.

TBC merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Penyakit ini menjadi ancaman serius karena arus globalisasi dan migrasi penduduk yang cukup tinggi, ditambah pula pengobatan TBC tidak mudah, karena perlu ditangani hingga tuntas.

Indonesia saat ini masuk dalam 5 besar negara dunia yang memiliki penderita TBC terbanyak selain, India, Cina, Filipina dan Pakistan. Begitu juga ditingkat provinsi di Indinesia, Jambi menduduki urutan ketiga terakhir dari 34 provinsi se-Indonesia dan Kota Jambi masuk urutan 3 dari 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi.

Hal tersebut menurut Wawako Maulana, menjadi tantangan bagi seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, namun juga seluruh masyarakat dan stakeholder terkait. Lebih lanjut Wawako Maulana menyampaikan bahwa berbagai langkah preventif telah dilaksanakan secara berkelanjutan di Kota Jambi, sebagai upaya pemerintah dalam memberantas TBC di Kota Jambi.

“Semangat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah dilaksanakan secara masiff di Kota Jambi, mulai tingkat RT, kelurahan, kecamatan sampai pada tingkat kota, melalui berbagai program dan kegiatan. Upaya inovasi dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kepedulian masyarakat di bidang kebersihan lingkungan, juga telah kita inisiasi melalui program Kampung Bantar dan Bangkit Berdaya, yang juga merupakan suatu upaya pemerataan pembangunan oleh Pemkot Jambi,” ujar Wawako Maulana.

Namun menurut Wawako Maulana, berbagai kebijakan program dan kegiatan terkait PHBS, tidak cukup untuk memberantas TBC secara maksimal. Menurutnya perlu upaya lebih maksimal yang melibatkan berbagai pihak lintas sektoral.

“Pemberdayaan masyarakat dan kerjasama lintas sektor, termasuk dukungan pembiayaan dari berbagai sumber yang ada, merupakan langkah tepat selain budaya hidup sehat. Kesadaran kolektif masyarakat, merupakan langkah efektif tuntaskan TBC di Provinsi Jambi dan Kota Jambi. Semua harus bergerak dalam satu langkah sama, memberantas TBC, dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga, hingga lingkungan masyarakat,” beber dirinya.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Kota Jambi dr. Ida Yuliati menyampaikan bahwa peringatan Hari TBC sedunia tahun 2019 ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengusung tema “Saatnya Indonesia bebas TBC mulai dari saya”, yang merupakan sebuah semangat memerangi penyebaran penyakit yang dimulai dari lingkup terkecil yaitu diri sendiri dari setiap orang untuk memeriksakan diri sendiri, bila menunjukkan gejala penyakit tuberkulosis.

“Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 842.000 kasus baru tuberkulosis pertahun. Dari jumlah tersebut, baru setengah yang ditemukan dan diobati. Pemerintah telah mengupayakan terobosan dengan gerakan “Temukan Tuberkolosis Obati Sampai Sembuh atau TOSS-TB dalam mewujudkan eliminasi tuberkolosis sebelum tahun 2030,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Jambi, penemuan kasus TBC pada tahun 2018 di Kota Jambi berjumlah sebanyak 1.531 penderita atau sebesar 42,60% dari target insiden TBC tahun 2018 (3.594 penderita). Ini termasuk kategori rendah, yang artinya masih lebih dari 50% penderita TBC belum ditemukan dan mempunyai dampak penularan kepada masyarakat yang cukup besar. Kondisi ini tentunya wajib diwaspadai dan akan dilakukan tindakan pencegahan, agar tidak memberikan dampak negatif yang lebih luas.

Pada kesempatan itu Wawako Maulana secara simbolis memasangkan rompi kepada Kader TBC. Inovasi ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Jambi, dengan merekrut relawan sebanyak 2 sampai 5 orang untuk setiap kelurahan, dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit TBC di Kota Jambi. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This