Kepolisian Jambi Beri Penjelasan Terkait Korban Jiwa Laka Lantas

Hukum2114 Dilihat

Jambi (WARTANEWS.CO) – Direktur Reserse Kriminal umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Andri Anantha Yudisthira meluruskan kabar miring 3 remaja meninggal di parit jalan jenderal Sudirman, Thehok (dekat JPM Trona) tanggal 31 Juli 2022 lalu.

Saat itu, ditemukan juga 1 korban meninggal di salah satu toko dekat parit tersebut. Sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka berat. Kabar miring yang beredar 3 korban dalam parit disebut merupakan korban begal geng motor. Andri menyayangkan beredarnya video yang tidak benar di media sosial terkait kejadian itu.

Terkait luka-luka yang ada pada salah seorang korban meninggal, Andri meminta agar menunggu hasil visum. Namun, sekali lagi dirinya meminta warga tidak menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di media sosial terkait peristiwa tersebut.

“Ini yang harus saya luruskan dan saya sampaikan ke rekan-rekan media, bahwa yang beredar itu adalah cuplikan-cuplikan dan dipersepsikan di sosial media itu bahwa korban tersebut adalah korban begal. Ini akan membuat kecemasan,” jelas Adrian saat pres rilis di Mapolda Jambi, Kamis (4/8/2022) siang.

Untuk memastikan kronologis kejadian, kasat lantas Polresta Jambi Kompol Aulia turut memaparkan secara runut awal kejadian. Dikatakan Aulia, kelima remaja tersebut naik 2 sepeda motor secara beriringan dari arah tugu Adipura sampai ke tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga korban yang berboncengan meninggal di parit. Sementara 1 korban meninggal berboncengan dengan satu korban yang luka berat menabrak toko. Total, kata Aulia, ada 5 korban kecelakaan dimana 4 orang meninggal dan 1 luka berat.

“Jadi untuk kronologisnya, kedua sepeda motor itu melaju kencang dari arah TMP (Taman Makam Pahlawan) ke arah JPM Trona. Namun sebelum tikungan dekat toko Popular, kendaraan oleng. Dimana yang satu menabrak trotoar dan istilahnya langsung jumping dan masuk ke parit. Sementara motor yang kedua juga melaju kencang dari arah yang sama, nabrak trotoar dan menabrak toko,” jelas Aulia.

Kepastian ini didapatkan dari hasil olah TKP yang dilakukan satlantas Polresta Jambi tak lama setelah kejadian. Aulia pun menunjukkan dokumentasi hasil oleh TKP. Selain itu, turut diperkuat dari hasil rekaman CCTV di beberapa titik dalam kota Jambi yang dilalui oleh para korban.

Senada dengan Dirreskrimum, Aulia juga memastikan dari hasil penyidikan satlantas Polresta Jambi bahwa korban bukan akibat dari begal atau yang dikenal dengan geng motor. Namun murni karena kecelakaan tunggal.

Ini diperkuat kesaksian dua orang warga di sekitar lokasi kejadian yang melihat laju kedua sepeda motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Keyakinan penyidik Satlantas jika pengendara sepeda motor menenggak minuman keras, karena diketahui korban sebelumnya mengunjungi salah satu tempat hiburan malam.

“Dari hasil pemeriksaan kami selaku penyidikan dari lalu lintas, belum ada ditemukan indikasi geng motor. Yang jelas ini dari pemeriksaan ini, kami yakin sekali ini laka (kecelakaan) tunggal. Karena tidak ditemukan benturan antara kedua motor tersebut.”

“Dari keterangan saksi yang melihat kedua motor melaju kencang. Dan dari saksi juga kami periksa bahwa kedua pengendara sepeda motor di bawah pengaruh alkohol,” jelas Aulia.

Kembali ke Andri. Pihaknya terus mendalami peristiwa ini untuk menggali kemungkinan lainnya. Pasalnya, ada indikasi kedua rombongan sepeda motor itu terlibat perselisihan sebelum kejadian.

“Karena pertama yang harus saya luruskan dan juga karena banyak beredar di sosial media, menggabungkan video-video itu seakan-akan korban yang 3 orang (meninggal di parit) itu adalah korban dari kejahatan begal atau geng motor. Kalau rekan-rekan lihat, sudah digambarkan kasat lantas ada proses di mana kedua kendaraan sepeda motor melaju dengan kencang sesuai keterangan saksi,” jelas Andri.

Sementara keterkaitan dengan satu korban meninggal lainnya dan luka berat di salah satu toko, Andri menegaskan akan mendalami lebih jauh.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan dan mendalami apakah ada kejadian sebelum kecelakaan ini terjadi. Ada atau tidak keributan. Dari awal kita sudah melakukan penyidikan, dugaan itu ada. Karena kami juga sudah memeriksa beberapa orang saksi, kami sudah mendatangi TKP, kami sudah mengecek semua CCTV yang ada di TKP baik di kejadian awal maupun di persimpangan-persimpangan yang ada CCTV-nya. (Dugaan keributan) itu ada,” jelas Andri. (*)