Fasha Harap Aplikasi Ciptani Akomodir Produk Lokal Jambi

Kota Jambi27 Dilihat

Jambi (WARTANEWS.CO) – Wali Kota Jambi, Dr.H. Syarif Fasha,ME., menyambut baik kehadiran aplikasi Ciptani yang bisa membantu para petani dan pelaku usaha kecil. Khususnya dalam memasarkan produk.

Dikesempatan ini, Fasha juga berharap nantinya aplikasi Ciptani dapat mengakomodir produk lokal Jambi.

“Ya mungkin dengan keuntungan sedikit lah tidak seperti harga yang beredar nantinya, apalagi apabila ada spekulan dan lain sebagainya,” harap Fasha.

Peluncuran aplikasi Ciptani dan program warung mitra Kribo.id dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan CEO Kribo.id Reza Nugroho, bertempat di cafe Unico, Simpang III Sipin, Sabtu (10/09/2022) sore.

“Ciptani yaitu mengakomodir semua hasil produk pertanian lokal yang tentunya dijual kepada masyarakat. Hal ini tentunya sangat membantu kita. Apalagi posisi Jambi dalam hal ini inflasinya cukup tinggi, Mudah-mudahan nanti ini salah satu solusi,” jelas Fasha usai peluncuran di cafe Unico.

Fasha menyebut tak kurang dua ribu pelaku usaha telah sukses dan berkembang dengan pemasaran menggunakan teknologi tersebut.

“Nah kemudian juga kami tadi mengingatkan juga supaya mengakomodir semua hasil-hasil pertanian lokal dan juga paling tidak ini mengurangi massa nanti apabila belanja di tempat-tempat umum dan lain sebagainya,” jelas Fasha.

“Dengan kita pesan lewat online 15, 20 menit barangnya datang dan barangnya segar juga. Jadi di Ciptani mengingatkan apabila nanti barang yang diterima itu dalam kondisi tidak segar, maka akan diganti barang ini nanti dengan yang lebih segar. Jadi kita sangat bangga dan menyambut baik dengan kehadirannya Ciptani. Ini solusi untuk masyarakat kota Jambi pada khususnya dan masyarakat provinsi Jambi pada umumnya, Itu yang kita utamakan nantinya,” sambungya.

“Jadi yang saya katakan tadi, yang tadi mereka harus sewa lapak, sewa toko, bayar tenaga kerja ini tidak lagi. Jadi mereka lewat pemasaran, lewat rumah dan lewat online semua. Dan ini banyak sekali menguntungkan tenaga kerja. Dengan online ini yang mengakibatkan sebetulnya pasar tradisional menjadi sepi.”

“Bukan saya katakan sepi, tapi berkurang dari sebelumnya. Nah mungkin ini dampak dari pada apa inflasi tinggi itu adalah kunjungan masyarakat ke pasar mulai kurang. Sehingga mungkin ada pihak-pihak tertentu berhitung bahwa, oh ini masyarakat kurang ke pasar karena daya beli masyarakat rendah. Padahal tidak, tapi pola hidup masyarakat lifestyle-nya berubah, yang tadinya berkunjung ke pasar tradisional tapi sekarang ini lebih nyaman untuk online. Nah itu mungkin seperti itu,” pungkas Fasha.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor katakan, nantinya akan sangat membantu para petani di Jambi. Khususnya dalam hal memasarkan produknya.

Dirinya pun tak sungkan mengancungi jempol pendiri Ciptani dengan Kribo.id dalam memberikan alternatif kekinian bagi pelaku-pelaku usaha.

“Sistem pemasarannya pun melalui digital, jadi melalui online, ya. Dan kita pesan melalui aplikasi Ciptani, kemudian diantar dan betul-betul mereka ini juga melakukan pembinaan kepada para pedagang sayur. Jadi pedagang sayur itu diberikan bantuan, tidak banyak cuman satu juta. Tapi ini hal yang luar biasa.”

“Mereka juga diminta satu hari mengembalikan hanya Rp10.000, sehingga satu hari itu mendapatkan dari modal Rp400.000 itu bisa mengantongi 120.000. Ini luar biasa. Jadi teman-teman (Ciptani) ini sangat luar biasa dan sangat membantu. Pertama petani yang kedua juga pedagang pasar ya. Jadi begitu,” ujar Afriansyah Noor. (eco)