Jambi (WARTANEWS.CO) – Wakil Wali Kota Jambi H. Maulana memimpin rapat Diseminasi Audit Kasus Stunting semester pertama di Kota Jambi tahun 2023, bertempat di Aula Bappeda Kota Jambi, Rabu (21/06).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala DPMPPA Kota Jambi Novianti. Turut hadir dalam kesempatan ini Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lingkup Kota Jambi.
Wawako Maulana mengatakan, saat ini per Juni 2023 angka stunting di Kota Jambi berada pada angka 804 anak yang mesti diselesaikan dengan adanya program bapak asuh yang telah dibentuk.
“Hari ini kami menindaklanjuti penuntasan Stunting di Kota Jambi dengan adanya program bapak asuh. Ya itu adalah kita semua, melalui pemberian protein 2 telur sehari selama 6 bulan,” kata Maulana.
“Saat ini turut hadir para pelaku usaha yang juga akan menjadi bapak asuh memberantas stunting. Kita memastikan semua anak-anak yang umumnya mempunyai risiko stunting atau sudah stunting harus diangkat dari kasus stuntingnya ini”.
“Alhamdulillah sejauh ini sudah ada keterlibatan TNI untuk 57 anak Kepolisian 70 anak dan dari Csr sudah ratusan”.
Wakil Wali Kota Jambi yang pernah meraih penghargaan sebagai dokter terbaik ini juga menekankan serta mendorong agar para anak yang telah stunting saat ini dengan adanya program bapak asuh bisa terselesaikan dalam kurun waktu 6 bulan.
“Kita akan dorong setelah 6 bulan sudah selesai dengan diberikan protein yang rutin. Oleh karena itu kami melalui forum ini menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama TNI/Polri dan seluruh stake holder,” sebut Wawako.
Dikesempatan ini Wawako juga menyampaikan adanya penurunan untuk persentase angka stunting. “Secara statistik dari 17,1% sekarang sudah mulai menurun menjadi 14%,” sebut Wawako.
Guna menjamin termonitor nya kasus stunting di Kota Jambi, Maulana juga menegaskan telah mendistribusikan segala fasilitas di setiap posyandu, serta para tenaga ahli yang terampil.
“Kami sudah mendistribusikan semua alat ukurnya. Dalam hal ini untuk tinggi badan dan pengukur berat badan ke seluruh Posyandu, dan sdm yang sudah dilatih secara,” ucap Wawako
“Kalau ketemu ada resiko saja, harus segera dilaporkan ke TPPS untuk ditindak segera,” pungkanya. (eco)









