Jambi (WARTANEWS.CO) – Siloam Hospitals Jambi menggelar kegiatan edukasi kesehatan bersama insan pers Provinsi Jambi dengan mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Belakang di Era Modern”, bertempat di Foresthree Taman Remaja, Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Media Gathering tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang di tengah perubahan gaya hidup modern yang didominasi aktivitas duduk dalam waktu lama.
Acara menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Husnul Verdian, Sp.OT dan dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim, M.Biomed., Sp.B., yang memberikan edukasi seputar pencegahan dan penanganan berbagai gangguan kesehatan.
Sebelum sesi edukasi dimulai, manajemen Siloam Hospitals Jambi memaparkan profil dan perkembangan layanan rumah sakit yang diwakili oleh Indah. Ia menjelaskan bahwa Siloam Hospitals Jambi merupakan rumah sakit umum swasta tipe C yang terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan.
“Saat ini Siloam Hospitals Jambi didukung oleh 46 dokter spesialis, 93 perawat, 9 bidan, 18 tenaga analis laboratorium, serta tenaga kesehatan profesional lainnya yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Indah.
Ia menambahkan, rumah sakit juga menyediakan layanan gawat darurat selama 24 jam, didukung pusat layanan spesialis, rawat jalan, serta fasilitas diagnostik modern yang beroperasi 24 jam untuk menghasilkan pemeriksaan yang cepat dan akurat.
Dalam sesi utama, dr. Husnul Verdian, Sp.OT., menegaskan bahwa tulang belakang merupakan struktur tubuh yang memiliki peran vital sebagai penopang utama tubuh dan hampir tidak pernah berhenti bekerja sepanjang aktivitas manusia.
“Tulang belakang adalah struktur yang terus bekerja setiap saat. Berdasarkan data tahun 2020, nyeri punggung bawah menjadi penyebab disabilitas nomor satu di dunia dengan jumlah penderita mencapai sekitar 619 juta orang. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 843 juta orang pada tahun 2050 apabila tidak dilakukan upaya pencegahan,” jelasnya.
Menurut dr. Husnul, perubahan pola hidup masyarakat yang semakin banyak menghabiskan waktu di depan komputer maupun gawai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya keluhan nyeri punggung dan gangguan tulang belakang.
Ia mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dengan mengurangi durasi duduk terlalu lama serta rutin melakukan aktivitas fisik. Karena menjaga kesehatan Tulang Punggung harus dilakukan setiap hari.
“Jangan menunggu rasa sakit muncul baru mulai menjaga kesehatan tulang belakang. Tetaplah aktif bergerak, perkuat otot dengan olahraga yang sesuai, cukupi waktu istirahat, dan biasakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit apabila bekerja dalam posisi duduk,” pesannya.
Lebih lanjut, dr. Husnul menjelaskan bahwa tidak semua keluhan nyeri pinggang harus berakhir dengan tindakan operasi. Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, dan dalam banyak kasus terapi konservatif seperti fisioterapi menjadi pilihan yang efektif.
“Jangan langsung menganggap semua sakit pinggang sebagai saraf terjepit. Yang paling penting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu melalui pemeriksaan yang tepat, sehingga penanganannya juga sesuai,” tegasnya.
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut turut disampaikan terkait dengan Nyeri perut datang berulang? Jangan anggap masuk angin, yang disampaikan, dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim, M.Biomed., Sp.B, selaku Narasumber.
Melalui kegiatan ini, Siloam Hospitals Jambi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang sejak dini sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang. Edukasi seperti ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup aktif, melakukan deteksi dini, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami keluhan pada tulang belakang agar kualitas hidup tetap terjaga. (*)








