Walikota Fasha Pimpin Apel Hari Besar Pramuka Ke-58 Tingkat Kwarcab Kota Jambi

JAMBI (WARTANEWS.CO) – Wali Kota Jambi Sy Fasha tampil sebagai inspektur upacara apel besar hari pramuka ke-58 tingkat kwartir cabang gerakan pramuka kota Jambi, dilaksanakan di lapangan Kantor Walikota Jambi. Selasa (20/08/2019)

Walikota menyematkan penghargaan kepada 51 orang pembina pramuka. Diantaranya, Wawako Jambi mendapat lencana Panca Warsa 3 dalam hal pengabdian selama 5 tahun.

Kemudian lencana Panca Warsa kepada 48 orang pembina, lencana Melati 1 orang dan 2 orang lencana Dharma Bhakti.

Peringatan mengangkat tema “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI”.

Sebelumnya, Kakwarnas pramuka Komjen (Purn) Budi Waseso dalam sambutan yang dibacakan Fasha mengatakan, anggota pramuka adalah pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI.

Budi Waseso menambahkan, sikap ini merupakan tekad dan itikad gerakan pramuka untuk menjadi bagian terdepan menanamkan nilai-nilai luhur.

Selain itu, Budi Waseso juga berharap setiap anggota pramuka memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Ia mencontohkan salah satunya dengan mengkonsumsi produk hasil pertanian lokal.

“Kwartir nasional memandang perlu mencanangkan suatu gerakan perlindungan bagi petani dengan lebih banyak mengkonsumsi produk pertanian lokal.”

“Saya meminta setiap anggota pramuka bertekad untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian impor dan beralih kepada produk lokal dalam setiap kegiatan pramuka dan keseharian. Kedepannya saya harapkan tidak ada lagi dikonsumsi oleh anggota pramuka produk makanan dari gandum atau bahan lain yang masih impor,” tegas Budi Waseso.

Sejalan dengan kebijakan Wali Kota Jambi, Budi Waseso juga meminta agar ke depan pada kegiatan-kegiatan pramuka dan kegiatan pribadi anggota pramuka untuk tidak menggunakan plastik.

“Kapanpun dan dimanapun berada, marilah kita menolak penggunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan dan menghindari produksi sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Karena menggunakan plastik susah sekali didaur ulang,” jelas Budi Waseso. (cbf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *