MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Sekolah Dasar (SD) Negeri 136/IX Sungai Serandi, lokasinya berada di Jalan Pertamina, Dusun III Sungai Serandi, Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam sangat jelas penampakan kondisi bangunannya cukup memprihatinkan.
Terutama sorotan pada beberapa bangunan ruang kelas di bagian bawah, dan juga bangunan Perpustakaan sekolah yang berada diatasnya. Malahan sekolah dasar ini pun, justru tidak berpagar di sepanjang keliling bangunan SD negeri milik Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tersebut.
Yang mana ini resikonya sungguh fatal ketika anak-anak saat sedang belajar. Ada kekhawatiran dari sisi keamanan dan keselamatan diri seluruh siswa/siswi di lingkungan SD Negeri 136/IX Sungai Serandi, Desa Talang Belido dari ancaman serangan hewan melata seperti ular, serangan monyet dan hewan buas lainnya. Karena di sepanjang keliling bangunan sekolah itu hanya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah ditanami warga setempat.
Kepala SD Negeri 136/IX Sungai Serandi, Lestari, S.Pd,SD menyatakan sejak dia menjabat sebagai kepala sekolah sejak pertengahan semester ganjil pada Tahun Pelajaran 2021-2022 sampai pelaksanaan semester genap tahun 2022 ini, menurutnya bangunan sekolahnya seperti itulah kondisinya.
Namun pihak sekolah dan para Guru tetap bersemangat melaksanakan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) kepada siswa/siswi sesuai tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh para Guru selaku Pendidik walaupun diakuinya masih perlu perbaikan untuk beberapa ruangan kelas tertentu yang kondisinya sungguh memprihatinkan, juga kondisi pada bangunan Perpustakaan sekolah pun perlu perbaikan ruangan bagi kenyamanan siswa saat mereka membaca atau pun beraktifitas di dalam ruangan Perpustakaan tersebut.
“Ya, seperti itulah adanya. Tapi kita tetap memberikan yang terbaik kepada seluruh siswa, walaupun kondisinya seperti ini,” ujarnya kepada media online ini.
Lestari mengaku sangat membutuhkan perbaikan pada beberapa ruang kelas untuk kegiatan belajar dan mengajar siswa/siswi Kelas I, Kelas II, dan Kelas III, yang lokasinya memang di bawah dari bangunan sekolah dasar ini, yang letaknya menyatu dan langsung berhadapan ke halaman sekolah dan lapangan untuk kegiatan olah raga dan ekstra kurikuler (Pramuka) bagi siswa/siswi SD Negeri 136/IX Sungai Serandi.
Sementara untuk bangunan sekolah di bagian atas letaknya memang terpisah dari bangunan sekolah yang ada di bagian bawah. Bangunan di bagian atas ini, memang diperuntukkan khusus bagi siswa/siswi Kelas IV, Kelas V dan Kelas VI beserta peruntukan ruangan lainnya seperti ruangan staf Tata Usaha (TU) sekolah, ruangan Majelis Guru, sekaligus ruang kerja kepala sekolah.
Untuk mencapai ke ruangan belajar siswa/siswi yang berada di bagian atas dari bangunan sekolah dasar tersebut. Pihak sekolah sengaja membuat tangga permanen dari batu semen sehingga memudahkan semua siswa/siswi menaiki dan segera masuk ke ruangan kelasnya masing-masing dengan cepat dan tepat waktu. Demikian juga tangga batu semen tersebut, diperuntukan untuk kelancaran kegiatan staf petugas TU dan para Guru selama jadwal sekolah berlangsung.
“Bangunan di bawah itu, untuk siswa Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Sementara untuk bagian di atas ini, untuk (belajar) siswa dan siswi Kelas IV, Kelas V, dan Kelas VI. Serta untuk ruangan TU, sekaligus ruang Majelis Guru, dan ruang kerja Kepala Sekolah. Juga di bagian atas ini, juga ada (bangunan) Perpustakaan sekolah untuk siswa,” jawab Lestari kepada Wartanews, Sabtu (19/02/2022).
Umumnya siswa/siswi yang bersekolah di SD Negeri 136/IX Sungai Serandi ini, mereka adalah anak-anak dari Desa Talang Belido dan sekitarnya. Saat ini jumlah siswa/siswi SD Negeri 136/IX Sungai Serandi seluruhnya 87 orang. ”Semula ada 88 orang siswa. Tapi di semester genap tahun ini, ada satu orang siswa sudah pindah ikut orang tuanya,” paparnya.
Terkait belum ada pagar sekolah sampai sekarang, lanjutnya, pihak sekolah pada tahun 2022 berencana mengusulkan kepada pimpinannya di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi meminta untuk dibuatkan pagar sekolah di sepanjang keliling bangunan lingkungan sekolah agar aman dan nyaman bagi pelaksanaan KBM semua siswa/siswi di lingkungan SD Negeri 136/IX Sungai Serandi, Desa Talang Belido.
Sekeliling bangunan sekolah tersebut hanya merupakan lahan kebun sawit milik warga, justru ini ada kekhawatiran resikonya sangat berbahaya bagi keamanan dan keselamatan jiwa siswa/siswi dari ancaman serangan hewan melata seperti ular, serangan monyet saat ngamuk, dan hewan buas dan ganas yang lainnya.
“Kita bertahap dulu lah. Untuk (permintaan) pembuatan pagar sekolah kita ini, sangat penting yang kita butuhkan saat ini, untuk (keamanan dan keselamatan) semua siswa kita disini,” imbuhnya. (Afrizal)









