Perspektif Guru Modeling Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

KOTA JAMBI (WARTANEWS.CO) – Di era globalisasi saat ini, yang sekarang telah memasuki Era 4.0. Guru Modeling, menjadi sebuah tuntutan Profesionalisme dalam mengemban tugas. Sejalan dengan itu, mau tidak mau maka guru harus membenahi dirinya, juga sekaligus menyesuaikan dirinya dengan pola-pola terbaru dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut diungkap Drs H Sugiyono, MPd, juga Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kota Jambi kepada wartanews, Rabu (10/07/2019) di Kota Jambi.

“Di Era Globalisasi, Guru Modeling ini, menjadi tuntutan Profesionalisme dalam mengemban tugas. Mau tidak mau, guru tersebut harus membenahi dirinya, juga menyesuaikan pola-pola terbaru dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Guru Modeling harus membenahi dirinya, menurutnya dalam kaitannya ini, guru tersebut harus benar-benar mengetahui dan mengevaluasi dirinya. Hal tersebut, erat kaitannya untuk mengetahui kekuatan, dan kelemahan guru yang bersangkutan.

Kemudian lanjut dia, terkait menyesuaikan dengan pola-pola terbaru dalam proses pembelajaran. Maka guru tersebut, dituntut untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di dalam lingkungan sekolah.

Pola-pola pembelajaran yang terbaru dalam proses pembelajaran saat ini, papar Sugiyono, Guru Modeling dituntut harus mampu menguasai Teknologi Pembelajaran yang menarik, salah satunya yakni menggunakan Infokus, PowerPoint, peta konsep, diskusi kelompok, dan sebagainya.

“Mengapa, Guru Modeling mesti dituntut harus mampu menguasai Teknologi Pembelajaran tersebut. Karena dalam rangka, menyelesaikan (segala) masalah dengan jalan yang efektif. Disamping itu, juga Guru Modeling ini, dituntut komitmennya menjalankan tugas sehingga (proses) pembelajaran yang efektif tercapai,” ujarnya.

Labih lanjut, masih ungkap dia, apabila Guru sudah menjadi ‘Modeling’ maka target pembelajaran yang efektif akan tercapai dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, tuturnya.

Ditambahkan terkait dengan target tantangan pencapaian sekolah, menurutnya, tentunya mensesuaikan situasi dan kondisi sekolah, dengan mengadakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kaitannya melalui persfektif Guru Modeling tersebut.

“Apabila Guru sudah Modeling, tentunya akan berdampak pada proses pembelajaran yang efektif terhadap siswa/siswinya di sekolah. Sehingga siswa dan siswi tersebut, dapat meningkatkan mutu pembelajaran, evaluasi, dan sekaligus juga pengayaan, yang pada akhirnya memenuhi standar proses, termasuk standar isi dan standar kurikulum sesuai delapan standar pendidikan nasional,” paparnya.

Adapun 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Indonesia, meliputi; Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses Pendidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan, dan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (Afrizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *