MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Jelang berakhirnya masa jabatan pasangan Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro, SE, M.Tr.IP, dan Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si, yang segera berakhir secara Konstitusi pada medio Mei 2022 mendatang. Suhu politik lokal khususnya di wilayah ‘Bumi Sailun Salimbai’, Kabupaten Muaro Jambi saat ini semakin bergerak dinamis, seiring berkembangnya aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Tak dipungkiri soal isu politik lokal di daerah berkembang sekarang, yakni suksesi Pemilihan Umum Langsung Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan bergulir dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia pada pesta demokrasi nasional 2024 akan datang, termasuk suksesi sirkulasi Pemilukada di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2024, gaungnya pun sudah terasa di masyarakat dengan munculnya para tokoh yang pantas untuk memimpin Kabupaten Muaro Jambi kedepannya.
Disamping calon Petahana, juga Bupati Muaro Jambi saat ini, yaitu Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Muaro Jambi, Hj Masnah Busro yang akan kembali maju mencalonkan diri menjadi Bupati Muaro Jambi untuk periode yang kedua kalinya. Justru kini bermunculan suara-suara dari arus bawah beredar di masyarakat untuk memunculkan calon-calon kepala daerah Bupati Muaro Jambi dianggap layak ke hadapan publik, dan salah satunya suara dari kalangan Pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren mewakili ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.
Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Miftahun Najah-Tangkit, Kyai Ahmad Fauzi Al-Barbasy –juga saat ini menjabat Pengurus Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Sungai Gelam, mengungkapkan suara Pondok Pesantren sangat menginginkan munculnya tokoh-tokoh NU Struktural yang ada di Kabupaten Muaro Jambi untuk dimajukan sebagai calon kepala daerah (cakada) dalam Pemilukada di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2024 mendatang.
“Di Kabupaten Muaro Jambi, suara dari kalangan Keluarga Besar NU cukup besar, dan tersebar hampir di semua wilayah di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi, yang jumlahnya mencapai 80 persen lebih, dan ini sungguh berpotensi untuk memajukan tokoh-tokoh dari NU, untuk dimajukan dalam suksesi kepala daerah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Muaro Jambi di pilkada serentak tahun 2024 mendatang,” jawab Kyai Ahmad Fauzi Al-Barbasy kepada media online ini.
Wacana untuk memunculkan aspirasi dari kalangan pondok pesantren tersebut, diakuinya sangat menguat dari suara arus bawah terutama di kalangan ulama dan santri/santriwati, terutama pilihan kepada sosok figur dari tokoh NU Struktural saat ini, yang menurutnya hal itu sah-sah saja di alam demokrasi yang berkembang di masyarakat sesuai aspirasi yang berkembang di internal kalangan pondok pesantren yang ada di wilayah ‘Bumi Sailun Salimbai’ sekarang ini.
“Saat ini, jumlah Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Muaro Jambi, khususnya pondok pesantren yang berada dalam lingkup Keluarga Besar NU se-Kabupaten Muaro Jambi mencapai 50 lebih, dan juga Badan-badan Otonom (Banom) NU lainnya, yang tersebar di semua hampir wilayah di Kabupaten Muaro Jambi. Maka sudah saatnya, kita dari Keluarga Besar NU berupaya untuk mendorong dan mendukung tokoh-tokoh NU, khususnya Pengurus NU Struktural untuk maju dalam Pemilukada di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2024 mendatang,” tegas Kyai Ahmad Fauzi Al-Barbasy menjawab Wartanews, Selasa (01/03/2022) di kediamannya, Jalan Buper, Lorong Kebon Kulim, RT 1, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam.
Ditambahkan erat sekali urgensinya yakni suara dari kalangan di lingkungan pondok pesantren yang sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah di internal Keluarga Besar NU beserta organisasi dan Badan-badan Otonom NU (Banom) lainnya di Kabupaten Muaro Jambi umumnya, kata Kyai Ahmad Fauzi, misalnya satu contoh masalah yang pokok terkait minimnya fasilitas sarana dan prasarana pendukung bagi kemajuan pendidikan dalam lingkungan pondok pesantren itu sendiri, serta upaya konkrit bagi peningkatan kualitas terhadap SDM terutama kompetensi Guru pengajar di lingkungan pondok pesantren maupun Santri/Santriwati dalam persaingan Global menghadapi era Digitalisasi yang terus berkembang dewasa ini.
“Kondisi dan fasilitas pendukung, berupa pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana dalam lingkungan pendidikan di pondok pesantren saat ini, masih belum memadai. Terutama soal pemenuhan sarana pendukung seperti (pembangunan) infrastruktur fisik di jalan lingkungan dalam pondok pesantren, soal ketersedian sarana lengkap laboratorium dan peralatan pendukung ruang Komputerisasi (Digitalisasi) yang selama ini, masih jauh tertinggal dibandingkan dengan sekolah umum lainnya yang ada di Kabupaten Muaro Jambi,” ungkapnya.
“Selanjutnya terkait peningkatan terhadap kualitas SDM khususnya di lingkungan para Ustadz dan Ustadzah (Guru) pengajar di pondok pesantren sangat diperlukan sekali bagi kemajuan kualitas SDM Santri dan Santriwati maupun para (guru) pengajar tersebut. Contohnya kecilnya, yakni pemberian pelatihan peningkatan keterampilan berwirausaha ekonomi produktif, atau penyedian sarana Bengkel Kerja (Workshop) bagi semua Santri dan Santriwati guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi Pemula untuk pembekalan bagi (keterampilan) dirinya kelak, dan juga pelatihan ekonomi serta peningkatan bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya kepada Guru-guru Pondok Pesantren untuk kemandirian ekonomi mereka bagi para Guru dan keluarganya yang tinggal dalam lingkungan pondok pesantren selama ini, dan masih banyak lagi yang lainnya, yang tidak bisa disebutkan satu persatu,” paparnya.
Lanjut Kyai Ahmad Fauzi menambahkan banyak tokoh-tokoh NU yang pantas dan layak untuk dimajukan dalam Pemilukada di Kabupaten Muaro Jambi untuk didukung oleh Keluarga Besar NU beserta organisasi dan Banom NU lainnya, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser-NU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Nahdlatul Ulama (JRA-NU), Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pagar Nusa (Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa) dan lainnya.
“Kita dari kalangan Pondok Pesantren sangat mendukung sekali, munculnya tokoh-tokoh NU Struktural yang dianggap layak, dan juga mempunyai integritas yang tidak perlu diragukan lagi jiwa kepemimpinannya, untuk dimajukan menjadi calon kepala daerah pada pesta demokrasi di Pilkada Kabupaten Muaro Jambi tahun 2024 akan datang, dan menurut saya justru banyak sekali tokoh-tokoh NU dari pengurus struktural Keluarga Besar NU ini yang pantas dan berpengalaman memimpin sebuah organisasi besar seperti NU di Kabupaten Muaro Jambi selama ini, diantaranya adalah Ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Muaro Jambi saat ini, yakni KH Syarif Hidayatullah. Kemudian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muaro Jambi saat ini, yakni KH Abdullah Sargawi, dan juga ada tokoh generasi muda NU (pengurus struktural) lainnya, seperti Kyai Zamroni Zakaria, S.Pd.I dari Sungai Bahar, dan lain-lain,” tuturnya. (Afrizal)









