MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Warga dan Pemerintah Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam kini sudah bisa menikmati hasil panen perdana budidaya jagung untuk pakan ternak di lokasi RT 8, Dusun 1 Bersama, Selasa lalu (8/1/2026).
Kepala Desa Sumber Agung, Hartanto,ST, diwakilkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Sumber Agung, A Nasih Hulwan,SH mengungkapkan panen pertama budidaya jagung kali ini, sudah dapat dinikmati oleh desa, dan untuk pemasaran hasilnya masih menunggu informasi selanjutnya melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Pemerintah Desa Sumber Agung dengan Perum BULOG.
“Baru hari (Selasa) ini, bisa di panen hasilnya yakni lebih kurang satu ton, kini disimpan di kantor desa, dan rencananya segera dipindahkan ke ruko Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam waktu dekat ini. Untuk panen perdana budidaya jagung ini, merupakan jagung untuk kebutuhan pakan/pitil. Yang dijual seharga 8.000 rupiah perkilo di pasaran, dan dapat dinikmati oleh warga desa yang memiliki ternak ayam,” sebut Nasih Hulwan kepada media di lokasi lahan seluas satu hektar dengan kandungan tanah mineral di lingkungan RT 8, Dusun 1 Bersama, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam.
Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam saat ini, memiliki tiga wilayah Dusun yaitu Dusun 1 Bersama, Dusun 2 Mekarsari, dan Dusun 3 Sidodadi, meliputi 15 Rukun Tetangga (RT).
Berdasarkan sistem aplikasi SID terkini yang terus di update oleh Pemerintah Desa Sumber Agung, kata Nasih, jumlah penduduk Desa Sumber Agung tercatat kini sudah mencapai 3.250 jiwa, dengan jumlah 957 kepala keluarga.
Dipaparkan Nasih Hulwan, terkait program ketahanan pangan melalui penanaman budidaya jagung tersebut, itu merupakan program kebijakan nasional oleh Pemerintah Pusat yakni Program Ketahanan Pangan untuk mendukung swasembada pangan desa dimulai 2025 lalu.
“Untuk Program Ketahanan Pangan di Desa Sumber Agung. Pihak Pemerintah Desa Sumber Agung bersama Kepolisian. Yang kemudian dikelola oleh BUMDesa, yang menggalakkan penanaman budidaya jagungnya. Sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh semua warga desa,” jelasnya.
Lanjutnya untuk budidaya jagung pakan ayam ini, kata Nasih, menurut ahli hasil panennya dapat dinikmati selama empat bulan. “Untuk panen kali ini, kita lakukan penanaman pertama kali, pada bulan September 2025 yang lalu, dan panennya sudah bisa dinikmati awal Januari tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Potensi ketahanan pangan di Desa Sumber Agung, yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Gelam di Bagian Timur ini, sebut Nasih Hulwan bahwa Desa Sumber Agung sudah terkenal dengan budidaya tanaman cabenya yakni budidaya cabe rawit dan cabe merah langsung dikelola oleh warga desa melalui kelompok tani hingga sekarang.
Ditambahkan pihak Pemerintah Desa Sumber Agung, masih ungkapnya, sudah membudidayakan komoditi nanas diatas lahan seluas 6 hektar untuk tahap awal pada Oktober 2025 lalu.
Program budidaya nanas saat ini, tambahnya, dikelola oleh BUMDesa yakni BUMDesa Sumber Jaya Sejahtera, Desa Sumber Agung. Yang mana ada kemungkinan diperluas 3 hektar lagi di lokasi yang sama dengan penanaman budidaya jagung dengan luas 10 hektar, yakni di lingkungan RT 8, Dusun 1 Bersama, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam.
“Pemerintah Desa Sumber Agung terus menerus menggali berbagai keunggulan potensi yang dimiliki desa. Untuk mendukung swasembada pangan di desa ini. Melalui program ketahanan pangan yang dilakukan oleh kelompok tani di Desa Sumber Agung yaitu budidaya cabe rawit dan cabe merah sampai dengan sekarang,” paparnya. (Afrizal)









