TEBO (WARTANEWS.CO) – Tumpukan material untuk pembangunan jalan Padang Lamo di desa Tabun , Kecamatan VII Koto akhirnya memakan korban. Setelah sebelumnya warga mengeluhkan material yang ada dibadan jalan sangat mengganggu pengendera roda dua maupun roda empat.
Senin malam (1/10) tiga pengendera roda dua warga Desa Tabun mengalami kecelakaan, terjatuh setelah menabrak tumpukan material proyek pembangunan jalan.
Satu korban bernama Gundala Hadi (28) sempat dibawa ke RSUD Hanafie Bungo, namun nyawanya tidak tertolong. Dua temannya bernama Zatlan (18) dan Dodi (28) hanya mengalami luka ringan.
Proyek pembangunan jalan Padang Lamo di desa Tabun, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo ini dikerjakan oleh PT.SMP.
Salah satu Tokoh masyarakat Desa Tabun VII Koto, Devi Suwanda Putra, membenarkan kejadian tersebut, diduga kuat karena tumpukan material perusahan disepanjang jalan dan tidak memakai rambu-rambu. “Sudah lama dikeluhkan oleh warga, akhirnya makan korban,” ujarnya.
Pada awalnya masyarakat sempat mengingatkan ke pihak perusahan dan melapor kepada pemerintah daerah. Namun, saat itu sama sekali tidak digubris oleh perusahaan.
“Kalau sudah begini mau bilang apa lagi, kami berharap ada perhatian dari pihak perusahan,” pintanya.
Sementara pihak perusahaan PT SMP saat dikonfirmasi melalui humasnya, Hasan, kamis (4/10) mengakui dan ikut berduka cita atas kejadian tersebut dan dalam waktu dekat diakuinya akan memberikan santunan kepada korban.
Lanjut Hasan, terjadi kemacetan proyek karena alat berat yang di memiliki perusahan rusak. Dan pihaknya berjanji akan menyelesaikan dalam waktu dekat ini.
“Kita masih menunggu bos Pak Musa, kita akan memberikan santunan kepada korban, kendala kita alat perusahaan rusak dan Dalam waktu dekat akan kita selesaikan,” kata Hasan.
Untuk diketahui, proyek pengaspalan jalan Padang Lamo mulai dari perbatasan Tebo Ulu, VII Koto Ilir dan VII Koto, pernah di tegur oleh Wakil Bupati Tebo Syahlan Arpan SH. Kala itu Wabup mengakui banyak laporan dari masyarakat terkait tumpukan material.
“Ini proyek Provinsi, kita hanya bisa lakukan pengawasan, sepertinya masih membandel,” tegur wabup saat itu. (Deni Kumbara)