JAMBI (WARTANEWS.CO) – Sebanyak 377 orang siswa/siswi dari kelas XII di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) Negeri 6 Kota Jambi, dipastikan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Android saat Tahun Pelajaran 2018/2019 pada semester genap tahun ini, tepatnya 18-25 Maret 2019 mendatang.
Dikatakan Kepala SMA Negeri 6 Kota Jambi, Edi Suhaimi,SPd kepada wartanews.co di ruang kerjanya Kamis siang (14/02/2019), ungkapnya, seluruh siswa/siswi dari kelas XII di lingkungan SMA Negeri 6 Kota Jambi mengikuti USBN Berbasis Android.
“Sebanyak 377 orang siswa kelas XII di SMA Negeri 6 Kota Jambi, akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), memakai sistem Android, pada tanggal 18-25 Maret 2019, dan ini yang pertama kali,” ujarnya menjawab media online ini.
Sayangnya Edi Suhaimi, tidak menjelaskan detil kapan pelaksanaan tahapan sosialisasi dan simulasi (uji coba) Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Android (USBN-BA) kepada semua siswa/siswinya, terutama peserta didik dari kelas XII di sekolah tersebut terkait kesiapan mental dan kemampuan peserta didik. Dipastikan sebanyak 377 orang peserta ujian, yang mengikuti USBN-BA tahun ini, mereka semuanya wajib menggunakan Android.
Padahal penyelenggaraan USBN-BA Tahun 2019, kata dia, pertama kali dilaksanakan SMA Negeri 6 Kota Jambi pada masa Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019.
Terkait soal USBN-BA itu, jelasnya, kisi-kisi soal berasal dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jambi, yang kemudian diteruskan ke MGMP satuan pendidikan sekolah. “Jumlah soal 50, semuanya pilihan ganda, dan sekitar 20-25 persennya adalah soal dari nasional,” terangnya.
Lanjut Edi, pihak sekolah juga sudah melaksanakan tahapan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019 kepada semua siswa/siswi kelas XII pada Januari 2019 lalu.
“Kita juga sudah melaksanakan simulasi (uji coba) UNBK kepada seluruh siswa/siswi kelas XII, sebelum pelaksanaan UNBK. Untuk UNBK (secara nasional), dilaksanakan pada tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019,” tambahnya.
Pentingnya Sosialisasi Simulasi USBN-BA
Ditemui secara terpisah, saat dimintai tanggapannya Candra Abhimanyu, pemerhati bidang Teknologi Informasi (TI) di Jambi, mengungkapkan penggunaan Android dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), sebutnya, merupakan hal yang baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Jambi khususnya, terutama dalam kegiatan penilaian hasil belajar siswa/siswi kelas XII di jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), seperti di lingkungan SMA Negeri 6 Kota Jambi pada Tahun Pelajaran 2018-2019.
Namun disatu sisi, ungkap Candra, pemahaman dan pemanfaatan teknologi Android kepada siswa untuk pelaksanaan USBN ini, mestinya disosialisasikan dahulu kepada peserta didik, khususnya siswa/siswi kelas XII, juga notebene peserta ujian sekaligus user (pengguna Android).
“Jangan hanya sekedar mengejar prestise, atau karena gengsi sekolah bersangkutan. Justru malah mengorbankan siswa dalam kegiatan ujian (maksudnya pelaksanaan USBN Berbasis Android) tersebut,” ujarnya menjawabwartanews.co di kediamannya, Kamis sore (14/02/2019) di wilayah Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Lanjut dia, diakuinya, memang dibutuhkan kemampuan siswa/siswi dalam mengenali, dan beradaptasi dengan aplikasi USBN-BA tersebut, dan menurutnya justru membutuhkan waktu, serta memerlukan tahapan sosialisasi yang baik oleh pihak sekolah yakni berupa tahapan simulasi pengenalan perangkat dan aplikasi kepada para siswa/siswi terhadap penggunaan aplikasi ini, tuturnya
Android, merupakan Operating System (OS) yang dibuat oleh Google di dalam suatu perangkat yang bernama SMARTPHONE, dan umumnya Android yang digunakan user berukuran 5-6 inci. Ditegaskan Candra, pelaksanaan sosialisasi, berbentuk tahapan simulasi sangat diperlukan siswa sebelum ujian berlangsung. Apalagi USBN kali ini, menggunakan Android, yang pertama kali akan dilaksanakan di SMA Negeri 6 Kota Jambi.
“Teknologi tanpa sosialisasi. Ibarat makan tanpa air minum. Apalagi ini, yang pertama kali dilakukan kepada siswa. Bukan berarti, kita anti Teknologi Informasi (TI). Memang ini sebuah terobosan, dalam dunia pendidikan menyambut Generasi Teknologi 4.0 saat ini,” ujarnya.
Ada hal mengganjal di benak penulis terkait wacana pertama kali pelaksanaan USBN Berbasis Android di lingkungan SMA Negeri 6 Kota Jambi, terutama seluruh siswa/siswi kelas XII, yang berjumlah 377 orang peserta pada Maret 2019 nanti, diantaranya Vendor aplikasi Android ini, siapa yang membuatnya. Jaringan internetnya itu, bagaimana apakah menggunakan wifi sekolah, atau GSM (Global System for Mobile Communications). Bila menggunakan wifi sekolah, maka berapa sebenarnya kapasistas BANDWITCH. Berikutnya, bila menggunakan GSM, Lihat kestabilan “Signal GSM” di sekolah. Lalu Server soal USBN itu, dikelola oleh siapa.
Kemudian Tim upload soal, dikelola oleh siapa. Apakah oleh pihak ketiga, atau dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Berikutnya aplikasinya menggunakan apa, apakah Learning Management System (LMS) atau Social Learning Network (ScLN), serta bagaimana upaya sekolah sendiri untuk meminimalisir kesalahan peserta ujian saat berlangsung di ruang ujian nantinya, dengan kemampuan siswa/siswi ketika menggunakan Android tersebut, dan lain-lain. (Afrizal)









