Kegiatan Produk TeFa di SMKN 2 Kota Jambi Sukses Terus Berlanjut

JAMBI (WARTANEWS.CO) – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Jambi, Drs Syamsul Bahri, MPd, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Dra Hj Sinarmeity,MPd, disampaikan Ketua Teaching Factory (TeFa) SMK Negeri 2 Kota Jambi, Ananti Rahayu, SPd,MPd menyatakan pelaksanaan kegiatan TeFa dilingkungan SMK Negeri 2 Kota Jambi, saat ini masih tetap berjalan dan telah dilakukan sekolah setahun lalu, sejak September 2017.

Bahkan pelaksanaan kegiatan TeFa tersebut, menurutnya justru masih berlangsung sampai sekarang dan terus berlanjut di sekolah. Walaupun pembinaannya dan pembiayaannya telah diputuskan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dipaparkan Ananti Rahayu bahwa saat pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan Teaching Factory, atau Program TeFa di SMA Negeri 2 Kota Jambi lebih difokuskan kepada dua kompetensi keahlian, masing-masing yaitu Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran, serta Kompetensi Keahlian Grafika.

“Untuk masing-masing kompetensi keahlian yang diselenggarakan oleh Teaching Factory (TeFa) kali ini, ditekankan kepada produk yang dihasilkan dalam Program TeFa tersebut. Masing-masing yaitu, untuk Program Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran produknya adalah pendirian minimarket yang ada dalam lingkungan sekolah, yang kita beri nama Minimarket SMEANDA MART, yang dijual di minimarket tersebut rata-rata adalah produk ekonomi kreatif yang dibuat sendiri oleh siswa/siswi kita. Sedangkan untuk Program Kompetensi Keahlian Grafika, bentuk produknya macam-macam diantaranya pembuatan mug dan pin, percetakan dan menyablon, dan lain-lainnya,” terangnya.

Lanjut dia seraya menjelaskan prinsipnya Program Teaching Factory, pembinaannya diselenggarakan Direktorat Pembinaan SMK pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merupakan suatu konsep pembelajaran dalam suasana yang sesungguhnya, misalnya dalam hal kompetensi menggunakan alat kepada peserta didik. Kemudian sifat dari program Teaching Factory (TeFa) itu sendiri, sebutnya, orientasinya bukan profit oriented.

“Maksudnya profit oriented disini, adalah tidak mencari keuntungan. Tetapi Program Teaching Factory (TeFa) ini, sebagai media pembelajaran bagi siswa dan siswi, yang nantinya mereka seluruh peserta didik itu, mempunyai kompetensi berbasis industri sesuai dengan tuntutan kemajuan DU (Dunia Usaha)/Dunia Industri (DI).

Kerjasama dengan DU/DI ini, dengan tujuan untuk membangun kemitraan SMK dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan SMK, untuk memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Sementara landasan hukum pelaksanaan kegiatan TeFa tersebut, ungkap Ananti, antara lain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 Tentang Pembangunan Sumber Daya Industri, dan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Ravitalisasi SMK.

Pembelajaran Teaching Factory (TeFa) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produk atau jasa, yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri, dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi TeFa di SMK, dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri, dan kompetensi yang dihasilkan oleh SMK.

Pelaksanaan Teaching Factory, menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan
menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TeFa), juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah (pemda) dan stakeholders (pemangku kepentingan) dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

Pengertian tentang Teaching Factory (TeFa) menyatakan bahwa TeFa adalah bentuk pembelajaran berbasis produksi/layanan jasa yang mengacu pada standar dan prosedur kerja baku, yang dilaksanakan dalam suasana dan budaya industri.

Kembali ditegaskan Ananti Rahayu bahwa pembiayaan TeFa tersebut menjadi tanggung jawab Direktorat
Pembinaan SMK. Bentuk pembiayaannya ada berupa fisik dan non-fisik. Bentuk pembiayaan fisik seperti pembelian peralatan, bahan-bahan praktek dan lain-lain. Sedangkan pembiayaan non-fisik, antara lain workshop guru, Guru Magang Industri dan pelatihan.

Hingga sekarang kegiatan Teaching Factory di SMK Negeri 2 Kota Jambi terus berlanjut dan
pembelajaran menggunakan alat sebagai media pembelajaran sudah sesuai dengan tuntutan DU/DI. Pencapaian kompetensi yang dimiliki siswa dan siswi, ungkapnya, mereka telah mampu dan mempunyai keterampilan.

Pihak DU/DI yakni Hypermart Jambi Mall WTC Batanghari Jambi sebagai ‘Supporting’ dalam pelaksanaan kegiatan TeFa pada 2017 lalu, mereka masih bekerjasama dengan pihak sekolah. “Salah satunya guru-guru magang di Hypermart, dan anak didik kita dapat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) disana,” ujarnya.

Teaching Factory (TeFa) di SMK Negeri 2 Kota Jambi, kata Ananti, masih tetap berlanjut sampai sekarang dan tidak terputus. Walaupun pembiayaannya sudah diputuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Akan tetapi, menurutnya, monitoringnya masih tetap dilakukan Direktorat Pembinaan SMK pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. “Sementara penanggung jawab kegiatan TeFa ini, adalah kepala sekolah,” paparnya.

SMK Negeri 2 Kota Jambi awalnya fokus pada program keahlian Bisnis dan Manajemen. Seiring tuntutan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan kompetensi yang terus berkembang secara dinamis, saat ini SMK Negeri 2 Kota Jambi telah memiliki tujuh program keahlian.

Masing-masing yaitu Program Keahlian Bisnis dan Pemasaran, Program Keahlian Teknik Grafika, Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika, Program Keahlian Manajemen Perkantoran, Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan, Program Keahlian Perhotelan dan Jasa Pariwisata, dan Program Keahlian Seni Broadcasting dan Film. (Afrizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *