Sarolangun (WARTANEWS.CO) – Sebelumnya, harga minyak goreng melonjak naik dengan banderol sekira hampir Rp20 ribu per liter. Harga tersebut dirasa berat oleh sebagian besar masyarakat mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus ada di dapur warga.
Pada hari Selasa, (18/01/22) Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi memastikan terkait tingginya harga minyak goreng dengan mengeluarkan kebijakan mengenai harga minyak goreng dengan satu harga setara Rp. 14.000/liter.
Senin (24/01/22), Kenaikan harga minyak goreng beberapa bulan lalu memang banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Sarolangun, khususnya yang bertaraf ekonomi menengah kebawah.
Disisi lain harga buah sawit pun demikian juga mengalami kenaikan, sesuai dengan keputusan Kementrian Perdagangan yang telah menerapkan Kebijakan Satu Harga.
Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Trianto S.Ip saat ditemui diruangannya mengatakan.
“Ini upaya lanjutan dari pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau, melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng baik kemasan maupun kemasan premium maupun sederhana dijual dengan harga setara Rp. 14.000/Liter untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga,” ucapnya.
“Kemarin kita bersama tim melakukan peninjauan terkait ketersediaan dan harga jual minyak goreng kemasan di swalayan, tidak lupa kita tinjau juga Kedua toko ritel yang ada disarolangun, hampir semua produk minyak goreng harga sudah Rp. 14.000/Liter,” lanjutnya.
Setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan ini, Trianto juga meminta kepada warga sarolangun terutama ibu-ibu agar jangan terlalu berlebihan membeli barang (Panic Buying) kebutuhan dapur ini. (Achmed)