Jambi (WARTANEWS.CO) – Mewakili Wali Kota Jambi dokter Maulana, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Moncar Widaryanto menghadiri sekaligus membuka kegiatan Dialog Interaktif bertajuk “Melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Kita Wujudkan Generasi Tangguh untuk Kota Jambi Bahagia Menuju Indonesia Emas 2045” yang menghadirkan Wakil Menteri (Wamen) BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sebagai Narsumber utama, pada Kamis siang (21/8/2025), di Aula SMP Negeri 6 Kota Jambi.
Dialog Interaktif yang diikuti oleh puluhan siswa dari SMP N 6 itu turut dihadiri, Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ucok Abdulrauf Damenta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi Johansyah, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Jambi M Jaelani, Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi, serta jajaran Tenaga Pendidik SMP N 6 Kota Jambi.
Sebagaimana diketahui, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah model sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Dengan tujuann untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kesadaran tentang isu-isu kependudukan, sehingga dapat menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
SSK tidak hanya melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti pojok kependudukan, lomba, dan kegiatan kreatif lainnya. Yang saat ini telah diterapkan di SMP Negeri 6 Kota Jambi.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya komunikasi yang sehat antara remaja dengan orang tua sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan generasi muda saat ini.
“Komunikasi bukan hanya tanggung jawab remaja, melainkan juga para orang tua yang perlu mendapatkan pendidikan tentang bagaimana cara mendampingi anak di masa peralihan menuju Dewasa. Jika komunikasi antara orang tua dan remaja terjalin dengan baik, maka banyak masalah bisa dicegah. Tidak hanya remaja yang perlu belajar, orang tua pun harus memahami pentingnya pola komunikasi yang sehat agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang bisa merugikan masa depan mereka,” ucapnya.
“Remaja biasanya lebih mendengar teman sebaya. Tapi orang tua juga perlu paham bagaimana tantangan zaman sekarang, dari media sosial sampai game online. Semua itu perlu pengawasan dan komunikasi yang bijak,” tambahnya.
Dirinya juga menyoroti persoalan pernikahan dini yang saat ini sering terjadi dilingkungan masyarakat. Menurutnya, selain tidak diperbolehkan oleh undang-undang, tubuh remaja, khususnya perempuan, secara biologis belum siap untuk hamil dan melahirkan. Hal ini berisiko tinggi bagi kesehatan ibu maupun bayi yang harus diketahui oleh remaja .
“Remaja harus tahu, tubuh mereka belum siap untuk mengandung. Risiko komplikasi kehamilan hingga stunting sangat tinggi jika dilakukan pada usia dini. Maka, edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi dasar penting agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.
Ratu Ayu juga mengaitkan upaya SSK ini dengan cita-cita besar bangsa Indonesia yaitu menuju Indonesia Emas 2045. Karena, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia harus dimulai dari remaja agar mampu menghindari bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan dampak negatif media sosial maupun game online, serta kenakalan-kenakalan remaja lainnya.
“Program pemerintah sudah banyak disiapkan seperti Generasi Berencana (Genre), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang harus dapat dioptimalkan, khususnya di Kota Jambi,” tuturnya.
Dikesempatan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam bidang pendidikan, karena telah mengintegrasikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kedalam kurikulum pembelajran, salah satunya di SMP N 6 ini.
“Saya memberikan apresiasi, khususnya di SMP N 6 ini yang sudah menjadi salah satu pelaksana dari SSK, yang merupakan salah satu program BKKBN untuk mengintegrasikan isu-isu kependudukan dan pembangunan keluarga kedalam kurikulum,” ucap Ratu Ayu.
“Yang jelas saya berharap SSK ini bisa lebih banyak lagi di kota Jambi agar generasi muda paham tentang pengetahuan ini agar bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari,” tambah Ratu.
Ia menegaskan, kunci menuju keluarga sejahtera adalah melalui pendidikan keluarga berencana, pencegahan pernikahan dini, menjauhi narkoba, serta membangun komunikasi hati ke hati, sehingga melahirkan generasi-generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
“Remaja adalah masa perubahan hormon dan emosi yang luar biasa. Orang tua harus bisa mengerti, mencari cara untuk berkomunikasi dari hati, agar anak-anak kita siap menjadi generasi emas, kalau bukan kita siapa lagi agar nantinya keluarga Indonesia bisa Bahagia,” pungkas Wamendukbangga.
Sementara itu, membacakan sambutan tertulis Wali Kota Jambi, Staf Ahli Moncar menyampaikan bahwa sejak tahun 2021 hingga 2025, Pemerintah Kota Jambi bersama BKKBN, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Jambi telah berkomitmen membentuk 35 Satuan Pendidikan berbasis Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yang terdiri dari, 7 Sekolah Dasar (SD), 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Dirinya ungkapkan, dengan telah diterapkannya SSK kedalam kurikulum pembelajaran di SMP N 6 Kota Jambi ini juga telah sukses menjadi salah satu sekolah yang menoreh prestasi membanggakan. Diantaranya adalah: Juara I Lomba SSK Tingkat Kota Jambi Tahun 2025; dan Juara I Lomba SSK Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025,
“Bahkan di tahun 2025 ini, bersama MI Nurul Hidayah, SMP N 6 Kota Jambi juga berhasil mewakili Kota Jambi pada Lomba SSK Paripurna tingkat Nasional. Meskipun belum meraih juara, namun partisipasi ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ungkap Moncar.
Ia juga menyebut, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menjadikan SSK sebagai gerakan berkesinambungan yang memberi manfaat nyata bagi generasi muda.
“Menindaklanjutinya, Pemerintah Kota telah melakukan pelaksanaan sosialisasi terhadap kepala sekolah, guru, siswa, serta orientasi pengintegrasian materi kependudukan ke dalam pembelajaran serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi di seluruh satuan pendidikan,” sebutnya
Mengakhiri sambutannya, Moncar menuturkan, melalui SSK siswa/i diajarkan tentang pentingnya perencanaan hidup, menjaga kesehatan, peduli lingkungan dan memahami pembangunan berkelanjutan.
“Jadilah generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia dan siap membawa Kota Jambi menuju kebahagiaan yang berkelanjutan, sehingga terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkas Moncar mewakili Wali Kota Jambi.
Sebagai penutup rangkaian kedatangannya di SMP N 6 Kota Jambi, dikesempatan itu, Wakil Menteri (Wamen) BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka juga tampak meninjau Pojok Kependudukan yang ada pada sekolah tersebut. (eco)