Jambi (WARTANEWS.CO) – Menghadapi musim kemarau yang telah berlangsung hampir lima bulan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Provinsi Jambi.
Salat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Garuda, kompleks Kantor Gubernur Jambi, Rabu (02/09/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemprov Jambi, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum.
Turut hadir Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., serta Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed., MA., yang memberikan penguatan keagamaan dalam pelaksanaan Salat Istisqa.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama setelah masyarakat Jambi menghadapi kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut mulai memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk meningkatnya suhu, berkurangnya ketersediaan air, serta memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Sudah kurang lebih lima bulan kita dilanda kemarau dan saat ini kita mulai merasakan dampaknya, termasuk udara yang semakin tidak sehat serta kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya menyebabkan kekeringan dan berkurangnya sumber air, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Karena itu, kewaspadaan serta sinergi seluruh pihak perlu terus diperkuat untuk mencegah meluasnya dampak bencana tersebut.
Di tengah berbagai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah, Al Haris mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin. Selain melakukan langkah teknis untuk menghadapi dampak kemarau dan karhutla, masyarakat juga diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah.
“Melalui Salat Istisqa ini, kita bermunajat dan memohon pertolongan Allah SWT. Pada akhirnya, tidak ada yang mampu menolong kita selain Allah. Kita berdoa semoga Provinsi Jambi senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan segera diberikan hujan yang membawa keberkahan serta manfaat bagi seluruh masyarakat Jambi,” katanya.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak selama musim kemarau. Kepedulian masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus mencegah terjadinya karhutla.
Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat langkah antisipasi dan penanganan terhadap dampak kemarau serta potensi karhutla.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Jambi untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memanjatkan doa di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Doa dan harapan dipanjatkan agar hujan segera turun, mengakhiri kekeringan, membantu memulihkan kualitas udara, menekan risiko karhutla, serta membawa kesejukan dan keberkahan bagi masyarakat dan seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Al Haris berharap hujan yang dinantikan segera turun dan menjadi rahmat bagi masyarakat, sektor pertanian, lingkungan, serta seluruh kehidupan di Provinsi Jambi. (Diskominfo Provinsi Jambi)







