Cakades Petaling Jaya Siap Wujudkan Cita-Cita Pemuda Majukan Olahraga Sepakbola Desa

MUARO JAMBI (WARTANEWS.CO) – Calon Kepala Desa (Cakades) Petaling Jaya, Gunawan Saputro, S.Pd.I (nomor urut dua), yang didukung oleh segenap masyarakat dan pemuda dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Petaling Jaya, Kecamatan Sungai Gelam dalam penyelenggaraan pilkades serentak gelombang pertama tahun 2022 di Kabupaten Muaro Jambi terus mendapat dukungan warga di tingkat akar rumput.

Cakades dari keterwakilan pemuda di Desa Petaling Jaya ini, mengaku dia banyak mendapat aspirasi dari masyarakat di desanya, terutama dari para pedagang kecil, petani sawit, pemuda dan pemudi, serta para tokoh-tokoh yang peduli pendidikan bagi kemajuan dan upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan masyarakat Desa Petaling Jaya agar tidak tertinggal dengan desa-desa lainnya, terutama desa tetangganya.

Padahal Desa Petaling Jaya. Kecamatan Sungai Gelam ini, sebut Gunawan Saputro, dahulunya adalah Desa Induk sebelum ada pemekaran desa yang kini telah menjadi tiga wilayah desa definitif, yakni meliputi Desa Sido Mukti, Desa Mingkung Jaya, dan Desa Trimulya Jaya.

“Banyak sekali pekerjaan rumah untuk persoalan yang terjadi di Desa Petaling Jaya ini, terutama di bidang infrastruktur fisik seperti jalan lingkungan, Jalan Usaha Tani (JUT), jalan penghubung antar Desa dalam hal ini Desa Petaling Desa-Desa Sido Mukti-Desa Mingkung Jaya-Desa Trimulya Jaya dalam upaya memajukan Desa Petaling Jaya yang lebih baik lagi kedepannya,” jelasnya.

“Selama ini, saya banyak sekali mendapat aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat desa bahkan para tokoh-tokoh masyarakat dan komunitas yang ada, bahwa pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Petaling Jaya, khususnya di bidang pembangunan pendidikan dan penunjangnya. Bahkan tidak itu saja, aspirasi dan keluhan lainnya juga sering kali disampaikan oleh pedagang kecil dan lemah yang berada di sekitar wilayah Pasar Rakyat -Pasar Senin dan sekitarnya, yang keberadaan pasar tersebut selama ini sangat semrawut dan perlu ditata agar lingkungannya lebih bersih dan sehat,dan lain-lain,” lanjutnya.

“Kemudian aspirasi yang disampaikan nasib para petani sawit, yang umumnya cukup banyak sekali dijumpai di Desa Petaling Jaya ini. Mereka pun meminta bagaimana solusi yang lebih baik untuk bertahan hidup selama ini (di masa pandemi Covid-19) bagi upaya pemulihan ekonomi rakyat. Tidak kalah pentingnya, juga keinginan oleh sebagian besar Pemuda di Desa Petaling Jaya untuk memberikan wadah pembinaan cabang olahraga khususnya olah raga Bola Volly (Volley Ball) bagi Pemuda yang begitu sangat digemari penduduk desanya, dan keinginan untuk mengembalikan lagi era kejayaaan pemain sepak bola dari Desa Petaling Jaya di masa dulunya, yang pernah jaya dan mengharumkan nama daerah di Provinsi Jambi,” paparnya.

Melalui upaya pembinaan yang sungguh-sungguh, dia pun sangat berharap kelak anak-anak dari Desa Petaling Jaya ini, menjadi atlet berbakat dan bertalenta hebat yang dapat diandalkan bagi perkembangan cabang olahraga sepakbola khususnya di tingkat Kabupaten Muaro Jambi kedepannya.

Pecinta Bonsai -yang tergabung dalam Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) yang menjabat sebagai Wakil Ketua PPBI Ranting Sungai Gelam ini, mengungkapkan dirinya melalui sebuah perenungan batin yang paling mendalam dan panjang untuk membuat keputusan untuk ikut serta memberikan pengabdiannya dalam upaya memajukan pembangunan desanya agar lebih baik lagi kedepannya.

Maka dengan ketetapan hati dan dukungan masyarakat dan pemuda inilah, dia pun berniat maju dalam Pilkades Desa Petaling Jaya tahun ini, pada 28 Maret 2022 mendatang.

“Saya adalah (calon kepala desa) yang paling termuda, usia saya 36 tahun, dibandingkan oleh senior-senior saya lainnya (Surmagi dan Warsito) yang juga mencalonkan dalam Pilkades Desa Petaling Jaya ini. Setelah memantapkan hati untuk maju dalam pilkades tahun ini. Saya pun menjumpai senior-senior saya itu, untuk memberitahukan tentang niat dan keinginan saya untuk maju sebagai calon kepala desa  dalam pilkades di Desa Petaling Jaya tahun 2022 ini. Karena saya sangat menghormati mereka, dan semuanya adalah putra-putra terbaik yang dimiliki Desa Petaling Jaya,” jujurnya kepada Wartanews ketika ditemui di kediamannya di RT 6, Dusun 2, Desa Petaling Jaya, Kecamatan Sungai Gelam belum lama ini.

Hal menarik dari penelusuran sumber media online ini, bahwa Gunawan Saputro, S.Pd.I –yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Miftahul Ulum Desa Petaling Jaya sampai sekarang ini, dan juga sahabatnya yaitu Kuswanto, S.Pd.I bersama dengan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Desa Petaling Jaya merupakan Penggagas dan pencetus pertama ide mendorong dan merintis terbentuknya sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 10 Muaro Jambi yang sudah beroperasi sampai sekarang.

“Cerita sebenarnya ada lima orang, yang ikut menggagas dan mencetuskan ide untuk bagaimana ada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri milik pemerintah daerah di Desa Petaling Jaya ini. Ya, kelima orang tersebut adalah saya sendiri. Kemudian ada nama Kuswanto, S.Pd.I, Mahrus Yahya, S.Pd.I (kini sudah pindah menjadi warga Desa Trimulya Jaya). Kemudian ada tokoh pemuda yaitu Hanip Purwoto, dan satu orang tokoh masyarakat yaitu Sukatno,” terangnya.

Gunawan Saputro, yang juga seorang tokoh pendidikan di Desa Petaling Jaya, memiliki Yayasan Miftahul Ulum di Desa Petaling Jaya yang dipimpinnya saat ini, bergerak di dunia pendidikan anak usia Taman Kanak-kanak (TK), yaitu TK Miftahul Ulum (Akreditasi B) dan jenjang pendidikan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI).  

Sepanjang karir pendidikannya sebagai Pengajar selama ini, Gunawan Saputro adalah sosok guru yang cukup dikenal di kalangan murid-muridnya sampai sekarang. Dia pernah mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Ulum yang dipimpinnya sekarang, dan pernah menjadi Bendahara di SMP Negeri 40 Muaro Jambi (2004-2012).

Tidak itu saja, setelah lama menekuni di dunia pendidikan sebagai Guru dan sempat terhenti. Akhirnya ia pun harus banting setir melanjutkan kehidupannya untuk menafkahi keluarganya, pernah bekerja selama setahun di perusahaan perkebunan sawit menjadi Driver di PT Rimba Hutani Mas (2012-2013), dan Helper di PT ASL Shipyard Indonesia (2016). “Saat ini, saya (sibuk) mengurus Yayasan (Ketua Yayasan Miftahul Ulum Desa Petaling Jaya), juga berwiraswasta,” ujarnya kepada media online.

Disinggung pencalonannya kali ini sebagai calon Kades Petaling Jaya untuk periode 2022-2028, dia pun meminta memohon doa dan restunya atas kelancaran pencalonannya sebagai Calon Kepala Desa Petaling Jaya dalam pilkades serentak pada 28 Maret 2022 yang akan datang kepada wartawan media online ini. “Doakan, dan mohon doa restunya, Mas,” harapnya. Semoga. (Afrizal)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *